Manual brew adalah metode penyeduhan kopi yang dilakukan tanpa mesin otomatis.
Proses ini memungkinkan kontrol penuh terhadap variabel penyeduhan, seperti suhu air, rasio kopi, dan waktu ekstraksi.
Di kalangan pecinta kopi, manual brew semakin populer karena mampu menghasilkan rasa yang lebih kompleks dibanding metode otomatis.
Dengan pemilihan teknik dan alat yang tepat, kopi yang dihasilkan bisa lebih nikmat dan sesuai selera.
Manual Brew
Definisi Manual Brew
Manual brew merujuk pada teknik penyeduhan kopi secara manual menggunakan berbagai alat sederhana.
Tidak seperti mesin espresso yang bekerja secara otomatis, manual brew mengandalkan keterampilan dan pemahaman pengguna terhadap proses ekstraksi kopi.
Teknik ini banyak digunakan oleh barista dan penggemar kopi yang ingin menikmati keunikan rasa dari setiap biji kopi yang diseduh.
Jenis Metode Manual Brew
Beberapa metode manual brew yang paling umum digunakan adalah sebagai berikut.
1. Pour Over

Teknik ini menggunakan alat penyaring berbentuk kerucut dan membutuhkan penyiraman air secara perlahan, Beberapa alat yang digunakan untuk metode ini adalah:
- V60: Menggunakan kertas filter dan corong berbentuk kerucut dengan alur spiral untuk distribusi air yang merata.
- Kalita Wave: Memiliki dasar datar dengan tiga lubang kecil untuk memastikan ekstraksi lebih konsisten.
- Chemex: Desain kaca dengan filter tebal yang menghasilkan kopi dengan karakteristik lebih bersih dan ringan.
2. French Press

Metode ini menggunakan alat berupa bejana kaca dengan plunger, Proses ekstraksi berlangsung lebih lama, sekitar 4 menit, sehingga menghasilkan kopi dengan tekstur lebih tebal dan kaya minyak alami.
3. AeroPress

Menggunakan tekanan udara untuk mengekstrak kopi dengan cepat, Proses ini menghasilkan kopi dengan rasa yang lebih pekat dan dapat disesuaikan dengan berbagai tingkat kehalusan bubuk kopi.
4. Cold Brew
Teknik ini menggunakan air dingin untuk mengekstrak kopi dalam waktu yang lebih lama, sekitar 12–24 jam, Cold brew memiliki tingkat keasaman lebih rendah dan rasa lebih halus dibanding metode lainnya.
Baca juga: Apa Itu Cold Brew Coffee? Manfaat + Cara Buat yang Mudah!
Teknik Manual Brew yang Perlu Dikuasai
Berbagai teknik dalam manual brew berperan penting dalam menentukan rasa akhir kopi yang dihasilkan.
Setiap metode memiliki standar tersendiri yang harus diperhatikan agar proses ekstraksi berjalan optimal.
1. Rasio Kopi dan Air
Perbandingan antara jumlah bubuk kopi dan air sangat berpengaruh pada tingkat kekuatan dan cita rasa kopi yang dihasilkan.
- Rasio umum: Biasanya berkisar antara 1:15 hingga 1:17, artinya 1 gram kopi diseduh dengan 15–17 gram air.
- Rasio lebih pekat: Untuk rasa lebih kuat, gunakan 1:12 hingga 1:14.
- Rasio lebih ringan: Untuk rasa lebih halus, gunakan 1:18 hingga 1:20.
- Contoh konkret: Jika menggunakan 20 gram kopi, maka air yang dibutuhkan adalah sekitar 300–340 ml.
2. Suhu Air
Suhu air memengaruhi tingkat ekstraksi senyawa kopi, Jika terlalu panas, kopi akan over-extracted dan terasa pahit, Jika terlalu dingin, ekstraksi tidak maksimal dan rasa kopi menjadi hambar.
- Suhu ideal: 90–96°C, berdasarkan standar Specialty Coffee Association (SCA).
- Cara pengukuran: Gunakan termometer digital atau diamkan air mendidih selama 30–45 detik sebelum digunakan.
- Pengaruh suhu:
Di atas 96°C – Menyebabkan over-extraction, rasa kopi terlalu pahit, Di bawah 90°C – Menyebabkan under-extraction, rasa kopi kurang kuat dan asam.
3. Waktu Ekstraksi
Setiap metode manual brew memiliki waktu ekstraksi yang berbeda, Waktu ini menentukan seberapa lama air berinteraksi dengan bubuk kopi untuk mengekstrak rasa secara optimal.
- Pour Over (V60, Kalita, Chemex): 2–3 menit.
- French Press: 4 menit.
- AeroPress: 1–2 menit, tergantung metode standar atau inverted.
- Cold Brew: 12–24 jam, menggunakan air dingin untuk ekstraksi lambat.
- Espresso manual (Moka Pot): 1–2 menit, menggunakan tekanan uap.
- Contoh konkret: Jika menggunakan metode V60, total penyeduhan dari tahap pertama hingga tetesan terakhir sebaiknya berada di kisaran 2 menit 30 detik agar rasa kopi seimbang.
4. Teknik Penyiraman
Teknik penyiraman memengaruhi distribusi air dan tingkat ekstraksi kopi, terutama pada metode pour over.
Pre-infusion (Blooming):
- Tujuan: Melepaskan gas CO₂ dari kopi yang baru digiling.
- Cara: Tuangkan air panas dua kali lipat berat kopi (misalnya, untuk 15 gram kopi, gunakan 30 gram air).
- Durasi: 30–45 detik sebelum melanjutkan penyeduhan utama.
Penyiraman utama:
- Lakukan secara perlahan dengan gerakan melingkar dari tengah ke luar.
- Pastikan seluruh permukaan bubuk kopi terkena air secara merata.
- Gunakan kettle leher angsa untuk kontrol aliran air yang lebih stabil.
- Total waktu penyeduhan sekitar 2–3 menit, bergantung pada metode yang digunakan.
- Contoh konkret:
Saat menggunakan V60, penyiraman air dilakukan dalam 3 tahapan: blooming, tahap utama, dan tahap akhir.
Rasio air disesuaikan agar total waktu ekstraksi tetap dalam 2 menit 30 detik hingga 3 menit.
Alat yang Dibutuhkan untuk Manual Brew
Untuk mendapatkan hasil seduhan yang optimal, setiap metode manual brew memerlukan peralatan khusus.
Alat-alat ini berperan dalam menjaga konsistensi proses penyeduhan, mulai dari penggilingan biji kopi hingga ekstraksi yang tepat.
1. Kettle Leher Angsa
Kettle ini memiliki corong panjang yang dirancang khusus untuk mengontrol aliran air secara perlahan dan merata.
- Fungsi utama: Memudahkan penyiraman air dalam metode pour over seperti V60 dan Kalita Wave.
- Manfaat:
Mengontrol kecepatan dan arah aliran air, sehingga ekstraksi lebih merata, Mencegah penyeduhan berlebihan yang bisa membuat kopi terlalu pahit. - Contoh konkret:
Saat menggunakan V60, kettle ini membantu menuangkan air dalam gerakan melingkar dari tengah ke luar untuk memastikan ekstraksi maksimal.
Jika menggunakan Chemex, kettle ini membantu menyesuaikan laju penyiraman agar tidak terlalu cepat.
2. Grinder (Penggiling Kopi)
Grinder adalah alat untuk menggiling biji kopi sesuai ukuran yang dibutuhkan oleh metode seduh yang digunakan.
Jenis grinder yang disarankan:
- Grinder burr (burr grinder) – Menghasilkan ukuran gilingan yang lebih seragam dibandingkan grinder blade.
- Grinder manual – Cocok untuk penggunaan pribadi karena mudah dikontrol.
- Grinder elektrik – Lebih cepat dan praktis untuk jumlah yang lebih besar.
Ukuran gilingan berdasarkan metode manual brew:
- Halus (AeroPress, Moka Pot): Mirip pasir halus.
- Sedang (Pour Over, V60, Kalita Wave, Chemex): Seukuran garam laut.
- Kasar (French Press, Cold Brew): Seukuran gula pasir atau lebih besar.
Contoh konkret:
- Untuk French Press, gunakan gilingan kasar agar kopi tidak terlalu pahit karena waktu ekstraksi lebih lama (4 menit).
- Untuk AeroPress, gunakan gilingan halus untuk ekstraksi lebih cepat (1–2 menit).
3. Timbangan Digital
Timbangan digunakan untuk memastikan perbandingan kopi dan air tetap konsisten dalam setiap penyeduhan.
- Fungsi utama: Mengukur berat kopi dan air dengan presisi.
- Akurasi ideal: 0,1 gram untuk hasil yang lebih akurat.
- Contoh konkret:
Jika menggunakan 20 gram kopi dengan rasio 1:15, maka diperlukan 300 ml air, Pada metode pour over, timbangan membantu mengontrol jumlah air yang dituangkan dalam setiap tahap penyeduhan.
4. Termometer
Termometer diperlukan untuk memastikan suhu air tetap berada dalam kisaran yang ideal untuk ekstraksi kopi.
- Fungsi utama:
Mengukur suhu air agar tidak terlalu panas atau terlalu dingin. - Suhu ideal untuk manual brew:
90–96°C, sesuai rekomendasi Specialty Coffee Association (SCA). - Cara penggunaan:
Gunakan termometer digital untuk pengukuran akurat.
Jika tidak memiliki termometer, air yang baru mendidih sebaiknya didiamkan selama 30–45 detik sebelum digunakan. - Contoh konkret:
Pada V60, suhu yang terlalu panas (>96°C) bisa menyebabkan ekstraksi berlebihan dan rasa pahit.
Pada Cold Brew, air yang digunakan adalah air suhu ruang atau dingin untuk ekstraksi lambat selama 12–24 jam.
5. Dripper atau Alat Seduh Lainnya
Dripper digunakan dalam metode pour over untuk menampung bubuk kopi dan menyaring air secara perlahan.
Jenis dripper populer:
- V60 – Dripper berbentuk kerucut dengan alur spiral untuk distribusi air yang merata.
- Kalita Wave – Memiliki dasar datar dengan tiga lubang kecil untuk ekstraksi lebih stabil.
- Chemex – Desain kaca dengan filter tebal, menghasilkan kopi yang lebih bersih.
Contoh konkret:
- V60 digunakan dengan kertas filter tipis, menghasilkan kopi dengan body ringan.
- Chemex menggunakan filter lebih tebal, sehingga minyak kopi tersaring lebih banyak, menghasilkan kopi dengan rasa lebih halus.
6. French Press atau AeroPress
Alat ini digunakan untuk metode manual brew yang berbeda dari pour over.
French Press:
- Menggunakan plunger berbasis tekanan untuk menyeduh kopi.
- Waktu ekstraksi sekitar 4 menit dengan gilingan kasar.
- Hasilnya lebih tebal dengan minyak kopi tetap tersaring.
AeroPress:
- Menggunakan tekanan udara untuk ekstraksi kopi lebih cepat.
- Waktu penyeduhan 1–2 menit, bisa menggunakan gilingan halus.
- Bisa menghasilkan kopi seperti espresso atau pour over tergantung teknik penyeduhan.
Contoh konkret:
- French Press cocok untuk kopi yang memiliki body lebih tebal, seperti biji kopi Sumatra atau Brasil.
- AeroPress dapat digunakan untuk menyeduh kopi dengan berbagai metode, termasuk inverted method untuk rasa lebih pekat.
Kesimpulan
Manual brew memungkinkan pencinta kopi untuk menyesuaikan rasa sesuai preferensi dengan mengontrol berbagai aspek penyeduhan.
Beragam metode seperti pour over, French Press, dan AeroPress menawarkan keunikan tersendiri dalam proses ekstraksi.
Dengan memahami teknik dan menggunakan alat yang tepat, manual brew bisa menjadi cara terbaik untuk menikmati kopi berkualitas tinggi.