Apa Itu Espresso? + Cara Membuatnya Seperti Barista!

apa itu espresso

Espresso adalah salah satu metode penyeduhan kopi yang paling populer di dunia.

Kopi ini memiliki cita rasa yang kuat, tekstur kental, dan sering menjadi dasar berbagai minuman seperti cappuccino dan latte.

Dalam artikel ini, kita akan membahas apa itu espresso, bagaimana cara pembuatannya, serta langkah-langkah menyeduh espresso seperti barista profesional.

Apa Itu Espresso?

Espresso adalah minuman kopi yang dibuat dengan mengekstraksi bubuk kopi halus menggunakan tekanan tinggi dan air panas.

Proses ini menghasilkan kopi dengan rasa pekat, crema khas di permukaannya, serta aroma yang kuat.

Berikut adalah beberapa karakteristik utama espresso:

  • Dibuat dengan tekanan tinggi – Biasanya menggunakan mesin espresso dengan tekanan sekitar 9 bar.
  • Memiliki crema – Lapisan busa tipis berwarna keemasan di permukaan kopi.
  • Kaya rasa dan aroma – Rasa cenderung lebih kuat dibanding metode seduh lainnya.
  • Volume kecil – Biasanya sekitar 30 ml per shot (single shot espresso).

Espresso bukan sekadar kopi biasa, Metode penyeduhan ini menciptakan konsistensi dan kompleksitas rasa yang tidak ditemukan pada kopi saring atau tubruk.

Bahan dan Peralatan yang Diperlukan

Untuk menghasilkan espresso berkualitas, diperlukan bahan dan peralatan yang tepat. Berikut adalah elemen penting yang harus disiapkan.

Bahan yang Dibutuhkan

Espresso yang baik bergantung pada kualitas bahan yang digunakan, Dua komponen utama yang harus diperhatikan adalah biji kopi dan air.

1. Biji Kopi Berkualitas

  • Pilih biji kopi fresh roast yang masih dalam kondisi segar (idealnya dikonsumsi dalam 2-4 minggu setelah roasting).
  • Gunakan biji kopi arabika atau robusta, tergantung preferensi rasa.
  • Gilingan kopi harus sangat halus, menyerupai butiran gula pasir halus, agar ekstraksi optimal.
  • Contoh konkret: Jika menggunakan biji kopi Ethiopia, espresso akan memiliki karakter fruity dan floral. Jika menggunakan biji kopi Sumatra Mandheling, rasanya akan lebih earthy dan bold.

Baca juga: Biji Kopi Espresso Terbaik: 5 Rekomendasi untuk Rasa Maksimal

2. Air Bersih dengan Mineral Seimbang

  • Air harus bersih, bebas bau, dan memiliki mineral seimbang (idealnya TDS sekitar 75-250 ppm).
  • Gunakan air yang telah diformulasi khusus untuk kopi, seperti Third Wave Water, atau air mineral berkualitas.
  • Hindari penggunaan air keran yang mengandung klorin berlebih, karena dapat merusak rasa espresso.

Peralatan yang Diperlukan

Selain bahan, alat yang tepat juga sangat berpengaruh terhadap hasil akhir espresso.

1. Mesin Espresso

Alat utama untuk mengekstraksi espresso dengan tekanan tinggi (idealnya 9 bar), Mesin espresso terbagi dalam beberapa jenis:

  • Manual (contoh: Flair Espresso) – Memerlukan tekanan tangan untuk ekstraksi.
  • Semi-otomatis (contoh: Gaggia Classic Pro) – Menggunakan pompa listrik dengan kontrol manual.
  • Otomatis (contoh: Breville Barista Express) – Memudahkan proses dengan fitur built-in grinder dan kontrol otomatis.

Baca juga:

2. Grinder (Penggiling Kopi)

  • Grinder berfungsi untuk menggiling kopi dengan tingkat kehalusan yang presisi dan konsisten.
  • Jenis grinder terbaik untuk espresso:
    Burr Grinder – Menghasilkan gilingan yang seragam (contoh: Eureka Mignon, Baratza Sette 270).
    Blade Grinder (tidak direkomendasikan) – Menghasilkan gilingan tidak konsisten, mempengaruhi ekstraksi.

3. Tamper untuk Memadatkan Bubuk Kopi

  • Tamper digunakan untuk memadatkan bubuk kopi dalam portafilter agar ekstraksi merata.
  • Jenis tamper yang direkomendasikan:
    Flat Base – Memastikan permukaan kopi rata.
    Calibrated Tamper – Memiliki tekanan otomatis untuk presisi (contoh: Normcore Calibrated Tamper).

4. Timbangan Digital untuk Akurasi Takaran

  • Digunakan untuk menimbang dosis kopi dan hasil ekstraksi dengan akurat.
  • Pastikan timbangan memiliki tingkat presisi hingga 0,1 gram.
  • Contoh: Jika menggunakan 18 gram kopi, hasil ekstraksi espresso idealnya sekitar 36 gram dalam waktu 25-30 detik (rasio 1:2).

Dengan bahan dan peralatan yang tepat, espresso yang dihasilkan akan memiliki cita rasa optimal, crema tebal, serta keseimbangan rasa yang sempurna.

Baca Juga: Takaran Kopi Espresso Ideal: 5 Tips agar Tidak Pahit!

Cara Membuat Espresso Seperti Barista

Setelah memahami apa itu espresso, saatnya mempraktikkan cara menyeduhnya dengan benar.

Berikut adalah langkah-langkah terstruktur untuk menghasilkan espresso berkualitas tinggi seperti yang dibuat oleh barista profesional.

Giling Kopi dengan Kehalusan yang Tepat

Proses penggilingan kopi sangat menentukan hasil akhir espresso.

1. Tentukan Ukuran Gilingan yang Sesuai

  • Gunakan grinder burr untuk menghasilkan gilingan yang konsisten.
  • Ukuran gilingan yang ideal untuk espresso berkisar 200-250 mikron.
  • Bubuk kopi harus sehalus gula pasir agar ekstraksi optimal.

2. Contoh Kesalahan Umum dalam Penggilingan

  • Gilingan terlalu kasar → Ekstraksi terlalu cepat, espresso terasa asam dan encer.
  • Gilingan terlalu halus → Ekstraksi terlalu lama, rasa espresso menjadi pahit dan over-extracted.
  • Solusi → Sesuaikan ukuran gilingan dengan waktu ekstraksi (25-30 detik) untuk mendapatkan rasa yang seimbang.

Dosis Kopi yang Tepat

Dosis kopi menentukan kekuatan dan volume espresso yang dihasilkan.

1. Takaran Standar Espresso

  • Single shot: 7-9 gram bubuk kopi, menghasilkan sekitar 30 ml espresso.
  • Double shot: 14-18 gram bubuk kopi, menghasilkan sekitar 60 ml espresso.

Baca juga: Macam-Macam Shot Espresso, Dari Single Shot hingga Doppio

2. Gunakan Timbangan Digital untuk Konsistensi

  • Espresso terbaik dibuat dengan presisi. Gunakan timbangan digital dengan akurasi 0,1 gram.
  • Contoh: Jika menggunakan 18 gram kopi, hasil ekstraksi yang ideal adalah 36 gram espresso (rasio 1:2).
  • Catatan: Jika espresso terasa terlalu lemah, coba tingkatkan dosis kopi atau kurangi volume ekstraksi.

Padatkan Kopi dengan Tamper Secara Merata

Teknik tamping (pemadatan bubuk kopi) berpengaruh pada proses ekstraksi air melalui kopi.

1. Cara Melakukan Tamping yang Benar

  • Tuangkan bubuk kopi ke dalam portafilter, lalu ketuk ringan untuk meratakannya.
  • Gunakan tamper dan tekan dengan kekuatan sekitar 15-30 kg secara rata dan sejajar.
  • Pastikan tidak ada celah udara agar air mengalir secara merata.

2. Kesalahan Umum dalam Tamping

  • Tamping terlalu lemah → Air mengalir terlalu cepat, menghasilkan espresso encer.
  • Tamping terlalu kuat → Air sulit menembus bubuk kopi, menyebabkan over-extraction.
  • Tips: Gunakan calibrated tamper agar tekanan lebih konsisten.

Baca juga: Cara Minum Espresso: Seni, Teknik, dan Sensasi dalam 1 Cangkir

Ekstraksi dengan Mesin Espresso

Proses ekstraksi mengubah bubuk kopi menjadi cairan espresso dengan tekanan tinggi.

1. Pasang Portafilter dan Mulai Ekstraksi

  • Tempatkan portafilter yang telah diisi dan dipadatkan ke dalam group head mesin espresso.
  • Tekan tombol ekstraksi, dan biarkan mesin bekerja selama 25-30 detik.

2. Waktu Ekstraksi yang Ideal

  • Terlalu cepat (< 20 detik): Espresso encer dan terasa asam.
  • Terlalu lambat (> 35 detik): Espresso over-extracted dan pahit.
  • Ideal (25-30 detik): Espresso memiliki rasa seimbang dan crema yang tebal.

Solusi jika ekstraksi tidak sesuai:

  • Jika espresso terlalu encer, perhalus gilingan kopi.
  • Jika espresso terlalu pahit, gunakan gilingan yang sedikit lebih kasar.

Periksa Crema dan Cita Rasa Espresso

Espresso yang baik memiliki ciri khas berupa crema di permukaannya dan keseimbangan rasa yang tepat.

1. Crema yang Ideal

  • Warna keemasan atau hazelnut dengan tekstur lembut.
  • Tidak terlalu tebal atau terlalu tipis.
  • Bertahan selama 1-2 menit sebelum menyatu dengan cairan espresso.

2. Profil Rasa Espresso yang Baik

  • Espresso yang seimbang memiliki kombinasi tiga rasa utama:
  • Manis (sweetness) – berasal dari karamelisasi gula alami dalam kopi.
  • Asam (acidity) – terasa segar dan tidak menusuk.
  • Pahit (bitterness) – dari minyak alami kopi, tetapi tidak dominan.
  • Tips: Jika espresso terasa terlalu pahit, kemungkinan over-extracted. Jika terlalu asam, kemungkinan under-extracted.

Dengan mengikuti langkah-langkah di atas, Anda dapat membuat espresso berkualitas tinggi seperti seorang barista profesional.

Latihan dan penyesuaian kecil pada gilingan, dosis, serta tekanan tamping akan meningkatkan hasil espresso secara signifikan.

Baca juga: Cara Minum Espresso: Seni, Teknik, dan Sensasi dalam 1 Cangkir

Kesimpulan

Kini, Anda telah memahami apa itu espresso dan cara membuatnya dengan teknik yang benar.

Dengan menggunakan biji kopi berkualitas, takaran yang tepat, serta teknik ekstraksi yang sesuai, Anda bisa menikmati espresso ala barista di rumah.

Jika ingin variasi lain, espresso bisa dijadikan dasar untuk berbagai minuman seperti latte, cappuccino, atau americano.

Dengan latihan yang konsisten, Anda akan semakin mahir dalam menyeduh espresso berkualitas tinggi.

Selamat mencoba!

Scroll to Top